Kamis, 25 September 2014

BASUKI TJAHAJA PURNAMA : SAYA KETIBAN PULUNG BUKAN LULUNG

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku tidak begitu bahagia dengan posisi dia untuk saat ini yang segera akan mengantikan posisi Joko Widodo sebagai Gubernur DKI Jakarta. Mau tidak mau tugas tersebut harus dijalankan demi mengemban tanggung jawab kepada masyarakat DKI Jakarta. "Kebetulan saya ini termasuk orang yang ke tiban pulung. Bukan Lulung. Kalau nanti Pak Jokowi dilantik sebagai presiden saya otomatis akan menjadi Gubernur. Suka ataupun tidak suka, ketiban pulung itu namanya. Biasanya Pulung kalau di agama kun fayakun (jadilah, maka terjadilah), susah dilawan," kata Basuki dalam Acara Silaturahmi Sinergitas Tiga Pilar di GOR Soemantri, Kuningan, Kamis (25/9/2014). Mantan Bupati Belitung Timur Tersebut menganggap, jabatannya sebagai seorang Gubernur DKI Jakarta yang nanti akan dibebankan dengan sebuah posisi Yang sangat berat. Sebab akan banyak isu negatif dari pihak yang tidak senang kepadanya menyusul dia dari kaum minoritas. "Ini merupakan sebuah situasi yang sangat berat, Saya ini merupakan seorang yang dobel minoritas. Kalau dihitung saya dari Pulau di Belitung jadi tripel minoritas. Ini merupakan hal yang gawat bagi diriku yang berasal dari 3 minoritas. Ini merupakan sebuah isu yang pasti akan dilemparkan ," kata Ahok Ahok baru baru ini ditolak oleh sebuah organisasi masyarakat Front Pembela Islam ( FPI ) yang berunjuk rasa di depan Gedung DPRD DKI pada Rabu 24 September. Alasannya, adalah bahwa Ahok merupakan seseorang yang non-muslim, arogan, dan sangat kasar. Dalam demonya, Fraksi FPI menggandeng Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PPP Abraham Lunggana yang kerap disapa Haji Lulung. Haji Lulung Dan Ahok asik cekcok dan berselisih pendapat Haji Lulung, mengancam akan menjegal pelantikan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta. Haji Lulung tak rela melihat Ahok menggantikan posisi Joko Widodo atau Jokowi gara-gara pernyataan Ahok yang menyebut DPRD akan menjadikan kepala daerah sebagai sapi perah bila RUU Pilkada disahkan. "Jadi begini, untuk menjadi seorang gubernur saja dia (Ahok) jangan mimpi," kata Haji Lulung di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu. Hingga kini, kata Haji Lulung, Ahok sama sekali belum memberikan klarifikasi atau permintaan maaf terkait pernyataannya yang dinilai menghina DPRD itu. "Saya sudah bilang kepada Ahok untuk cepet klarifikasi, cepat klarifikasi, emang dasar Dia yang bandel. Disuruh minta maaf aja kok susah. Emang gue ngomong gini, terus dia minta maaf, ini mah kagak, ditentangin terus," tutp Lulung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar